Lagu ‘Andai Aku Jadi Gayus’ Cermin Suara Hati

inilah.com

Oleh: MA Hailuki

Nasional – Minggu, 16 Januari 2011 | 16:07 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Video klip ‘Andai Aku Jadi Gayus Tambunan’ (AAJGT) yang dibuat mantan narapidana asal Gorontalo, Sulawesi Utara, Bona Paputungan merupakan cerminan hati sebagian besar rakyat Indonesia.

Anggota Komisi III DPR Andi Anzhar Cakrawijaya mengatakan, bukan hanya Bona saja yang merasakan ketidakadilan. Seluruh napi kelas teri yang merasakan tersika hidup di penjara merasakan hal yang sama.

“Citra aparat penegak hukum memang tengah di titik nadir, kasus Gayus Tambunan merupakan cermin ketidakadilan di republik ini,” ujar Andi Anzhar, Minggu (16/1/2011).

Oleh karena itu, jika penegak hukum tak mengusut kasus Gayus Tambunan hingga tuntas dan tak menyentuh ‘Big Fish’ maka rakyat tak akan percaya lagi kepada penegakan hukum di Indonesia.

“Kalau sampai kasus ini tidak tuntas dan ‘Big Fish’ tidak ditemukan, jangan harap rakyat percaya lagi kepada penegak hukum. Bisa-bisa kita kembali ke hukum rimba,” ujarnya.

Seperti diketahui lagus ‘Andai Aku Jadi Gayus’ yang beredar di situs Youtube mengkritik begitu tidak adilnya penegakan hukum di Indonesia. Dengan uang, penegak hukum bisa dibeli dan membiarkan narapidana kakap seperti Gayu HP Tambunan bekeliaran ke luar negeri.

Dalam video tersebut diparodikan seorang napi mirip Gayus Tambunan menyogok sipir penjara dengan memberi sejumlah uang untuk bisa ke luar tahanan. Sosok mirip Gayus itu kemudian dibekali jas, wig, dan kacamata. [mah]

 

KENDANG YANG MUNAFIK

KENDANG YANG MUNAFIK

 

Sebuah kendang Orkes Melayu pada sebuah perayaan th baru 2010 di suatu kampung bersungut-sungut…”Huh…dasar manusia, penyambutan tahun baru apa ini, tak ikhlas kulitku buat musik2 macam ini!”

 

Gitar yang jari2nya sedang dipetik oleh pemain Orkes tersebut terbahak, “Berkaca Boz…kamu itu kendang, musik macam apa yang Kau inginkan? Agak mending aku, sekali tempo dipinjam rocker kampung untuk membawakan lagu2 metal dan rock n roll…lha Kamu??Mang ada musik metal pake ketipunk? Pasti sarap tu rocker kalo mainin metal pake suara gendangdut…Hahaha…!!”

 

Microphone yang sedang digunakan mnyanyi seorang biduan berpakaian rok mini dan baju kurang bahan ikut nyeletuk…”Kaya’ Dorce, Olga Syahputra dan Ivan Gunawan aja sih Loe Ndang, berasa dilahirkan jd makhluk yang salah! Tak usah muna, ini kan salah satu budaya Indonesia yang hrs dilestarikan…harusnya kita bangga ikut andil di dlmnya…”

 

Kendang yang sbnarnya risih liat kepala mic belepotan liur dan lipstick biduan menjawab, ”Sama aja kamu Mic, nama aja yang gaul, pikiran Loe tetep kuno…!Dangdut tu awalnya bwt menyampaikan pesan2 yg baik olh Bang Oma, ndak buat pesta maksiat ky gini, liat tu anak-anak melongo liat CD dan belahan dada biduan, liat pr pmuda mabuk2an di depan umum…belum lagi nanti biasanya pemuda2 bodoh itu berkelahi sbg pmbuktian prestasinya…pdhal di masjid, gereja, sekolah, dimana aja para pendidik selalu mengatakan bhwa hal2 itu tidak baik, kadang kita berkoar2 anti budaya barat, tapi di Barat striptease dibatasi, hnya pd tempat2 tertentu dan terbatas umur, ndak ky di sini, diumbar di depan anak2!”

 

“Hoho…murid Bang Oma trnyta sedng sesorah to di sini? “si Bass yang biasanya anteng jika tak dibetot ikut nimbrung, “Saat ini adlh era globalisasi, agama, moral, ato apa ajalah  itu dah tinggal formalitas aja, jngan hubngkan agama dng seni, politik, ato mslh keduniawian lainnya Boss,…biarkan aja manusia2 itu menyembh pikirannya sendiri, semua agama tu sekrng dah diganti dengan agama baru, yang dinamakan HAM, pokoknya ndak mlnggar hak/mengganggu orng laen tu HALAL…Haha…Sok suci itu hnya pantas dilabelkan pd orng tua, krn gnrsi muda itu hrs bebas, mau mabuk2anlah, mau nyimenglah, mau apa aja ndak pa2, gaul Bro…haha…Indonesa itu Negara sekuler bukan Negara agama, demokratis nasionalis, Pancasialis, pokoknya buang jauh2 pmkran sempit agama!!”

 

Keyboard yang dari tadi diam juga ikut, “Kayaknya si ketipung ndak gaul ini ndak pantes idup di taon 2010 yang serba bebas ini, ngelindur ya Bos?…Liat tu guru2, agamawan, siapa aja terhibur kok liat kita…Palagi di tipi, kalo emang pendeta, ustadz, biksu, agamawan itu masih berguna kenapa diam aja liat acara2 bodoh semacam sinetron yg jls2 mengajarkan pmikiran dan pemujaan cinta yg sempit, juga iklan2 ramalan yg ktnya ndak boleh??Hahaha…Mereka mgkin trlalu sibuk mmbuat daftar umat2nya yg sudah mulai kafir, sesat dan murtad daripada memikirkan cara pendekatan bagaimana agar pesan2 kebenaran itu dapat diterima oleh umatnya di era globalisasi ini”

 

Kendang yang dulu pernah sdikit2 curi dengar petuah2 bijak wktu dipakai Orkes Gambus dengan sabar menjawab, “Memang kuakui, aku msh belajar untuk lbh baik di tahun 2010 ini, masih bnyk kslhan, dosa, kdng ikut bahagia saat liat sang biduan ngebor, tapi aku harus berubah…!!

 

Musik itu adlh mdia yg sgt efektif karena disukai bnyk orang, hrsnya dijadikan alat yang bisa buat orang semangat, tercerahkan, termotivasi, bukan sprti musik2  saat ini, selain bnyak yg plagiat dan monoton, hampir semua berisi keluhan, nada yg menurunkan mood, patah hati, cowok disakiti cewek, perselingkuhan, dan pemikiran2 dangkal lainnya, yang penting enak didengar dan laku, bahkan musisi2 besar macam Iwan Fals, Slank, Dewa, Jamrud, Rif, dan musisi lainnya sekarang rela menjual idealismenya agar laku di pasaran dengan membuat lirik2 yang dangkal, minim semangat generasi muda yang seharusnya berpikiran maju…

 

Apalagi musisi dangdut saat ini, mana ada yg menyanyikan lagu2 albumnya sendiri, semua hnya daur ulang, di hajatan2 kbnyakan yg diputar CD2 live, bukan album, itu adalah symbol kedunguan, ketidakkreatifan dan kemunduran yang dipuja, blm lagi panggungnya, alangkah senangnya setan2 melihat kedunguan yang dipuja itu, aku ndak perlu bahas lirik, kalian pasti akan kebingungan saat kusuruh mnybutkan mana lirik dangdut masa kini yang menyampaikan pesan selain pemujaan cinta yang dangkal? ”

 

Keyboard memotong,”Hei Kendang yang Munafik…maksud Loe musik kita harus metal, harus rock, harus lirik yang buat kening berkerut, harus kebarat-baratan gitu??? Ya ndak lakulah di Endonesa, mau makan apa musisi2 itu!!”

 

Kendang yg punya nama gaul Chatty-Punk tetap santai, ”Nah, itulah…bukti kemunduran kalian, kalian ikut bodoh seperti manusia2 pemuja logika itu, berarti kan orang2 Indonesia itu tidak bisa menerima hal2 yang berat, hal2 yang perlu pemikiran, pengennya cuma yg simpel2, dibuktikan makin bnyak orang yg sakit jiwa di negri ini, banyak yang bunuh orang/diri karena masalah2 sepele, salah satu penyebabnya ya musik2 saat ini, mendayu, malaysia, pesan2 bhwa dlm hidup ini yg terpenting cinta pada pacar, pdhl itu salah besar…

 

Masih bnyak pesan/cinta lain yang bisa disuarakan lewat nada, bolehlah kita bicara cinta lawan jenis, aliran musik apapun, termasuk dangdut, tapi dengan pesan dan musik yang berkualitas, jngan ky lagu2 konyol saat ini!!Belum lagi anak2 di bawah umur yang selalu dicekoki pikiran2 sempit karena lagu2 yg dinyanyikan jg lagu2 itu, orientasi pd cinta lawan jenis. Cari di internet(si Punk lupa kalo temen2nya ndak bisa ngenet, bukan karena sibuk tanggapan, tp ngenet baru popular bagi spesies manusia di th 2010 ini) berapa peningkatan jumlah aborsi, bunuh diri, perkelahian, ketidakperawanan, anak SMP yg pernah berhubungan intim, stress karena pemujaan cinta sempit yang berlebihan itu??Jangan hanya ikut2an latah berdoa di tahun baru ini, tapi imbangi dengan usaha2 maksimal kalian, minimal kalian harus sadar dengan kesalahan2 paradigma ini!!”

 

Si Bass, Gitar, dan Keyboard hanya terbahak mendengar panjang lebar penjelasan si punk, lalu bersamaan berteriak, “Emangnya kita manusia?”

 

“Biarkan kita menjalani takdir kehidupan ini sebagai instrument dangdut aja, ndak usah muluk2, kita tidak berkewajiban berpikir, jangan ambil ‘jatah fasilitas’ manusia2 tolol itu!!! Goyang Mang…!!”, ucap Microphone yang sudah berganti tangan ke biduan yang tampilannya lebih nyetriptease untuk melanjutkan keriaan malam tahun baru 2010. Sementara botol2 minuman keras ikut “mendem keadaan” dan tak sabar melihat kebodohan lainnya, karena biasanya setelah ini akan terjadi perkelahian…

 

DARI SEONGGOK TUBUH YANG MASIH BANYAK BELAJAR UNTUK BERBUAT YANG TERBAIK BG KEHIDUPAN